Google Website Translator Gadget

Sabtu, November 7

KESEIMBANGAN DALAM HIDUP

Di antara anugerah Allah yang terindah adalah andanya keseimbangan dalam penciptaan alam. Ada terang dan gelap, ada surga dan neraka. Semua ini merupakan sarana belajar yang tepat bagi manusia sebagai makhluk yang dikaruniai akal

Oleh : Ust. Fadli Rachman, M.Ag.
Salah satu fungsi akala adalah untuk “membaca”. Bukankah karena keseimbangan ini setiap makhluk di muka bumi dapat bertahan hidup, tak terkecuali manusia.
“Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran’ (QS. Al-Qomar:49)
Semua ini menunjukkan bahwa kita diperlihatkan suatu keseimbangan yang teliti dalam siklus peredaran makhluk Allah dan pada semua perkara dan urusan-Nya. Dia-lah pemegang kendali atas seluruh permasalahan makhluk.
Manusia memiliki struktur keseimbangan antara pemikiran dan perasaan. Kedua hal ini menjadikan kita sebagai manusia begitu sempurna. Namun, tak jarang dalam tingkah laku ada salah satu yang jadi lebih dominant. Padahal, hidup membutuhkan keselarasan dan keseimbangan, antara kehidupan yang diisi dengan ibadah dan rutinitas keduniawian.
Suatu ketika, tiga orang pria bertanya kepada ‘Aisya ra, istri Rasulullah SAW, tentang ibadah-ibadah yang dilakukan oleh beliau. Setelah diberi penjelasan oleh ‘Aisya ketiga lelaki tersebut heran dan merasa diri mereka sedikit sekali beribadah. Padahal Rasulullah SAW telah diampuni dosanya yang dahulu dan yang akan datang
Lelaki pertama lalu berkata “Saya akan sholat malam terus menerus dan tidak akan tidur”. Lelaki kedua pun mengatakan “Saya akan berpuasa terus menerus dan tidak akan berbuka”. Sedangkan lelaki yang ketiga berkata “Saya akan beribadah terus menerus dantidak akan menikah”.
Perkataan ketiga orang pria ini, terdengar Rasulullah SAW. Beliau pun berkata “Kalian telah berkata begini dan begitu. Ingatlah! Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling takwa kepada Allah. Tapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat tapi juga tidur, dan aku menikahi wanita. Siapa yang membenci sunnahku, ia bukan termasuk dari golonganku” (HR. Bukhari)
Keseimbangan dalam beribadah adalah penting, mengingat lingkup ibadah yang sangat luas. Sebab, seorang hamba tak akan pernah mampu menjalankan semua kebaikan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda : “Wahai manusia, hendaklah kalian beramal sesuai dengan kemampuanmu. Karena sesungguhnya Allah tidak akan merasakan yang dilaksanakan secara terus menerus, meskipun sedikit” (HR. Muslim).
Allah SWT memudahkan setiap makhluknya, terutama manusia agar dapat secara total dan utuh menjalankan fungsinya sebagai hamba. Satu hari yang dibagi dalam dua puluh empat jam adalah komposisi yang tepat untuk menjalankan roda keseimbangan itu. Semuanya selarah dengan kemampuan manusia. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya” (QS. Al-Baqarah : 286).
Allah SWT menyebutkan karakter seimbang sebagai cirri umat islam sebagaimana tertera dalam firman Allah : “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atar (perbuatan-mu)” (QS. Al-Baqarah :143).
Adil dan seimbang adalah karakter pribadi seorang muslim. Selayaknya setiap muslim selalu bersikap adil terhadap makhluk Allah lainnya. Adil dalam bergaul di tengah-tengah masyarakat dapat kita mulai dengan bersikap adil terhadap diri kita sendiri, keluarga atau kerabat. Selanjutnya, hal itu dapat kita aplikasikan dalam menjalankan ibadah sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya. Tasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Rabb-mu punya hak atasmu. Dirimu (badandan jiwamu) juga punya hak atasmu, dan keluargamu (istri dan anakmu) juga punya hak atasmu. Karena itu berikanlah kepada setiap yang punya hak akan haknya masing-masing” (HR. Bukhari).
Sayangnya, tak sdikit orang yang mengaku muslim, bahkan menmpati posisi sebagai pemimpin, namun mereka sangat jauh dari karakter penyeimbang. Akibatnya, jarak antara pengusaha dan rakyatnya jauh terbentang. Para pemimpin itu telah menjadikan sosok pribadi yang kehilangan keseimbangan antara hati dan akal, dan inilah yang menjadikan nurani meraka tumpul sehingga tak mampu lagi menembus batas jiwa rakyat. Boleh jadi, di antara penyebabnya adalah kita lupa mengingat mati. Kelalaian ini membuat kita seakan lari mengindari mati sejauh-jauhnya. Padahal al-Qur’an mengatakan “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya. Sesungguhnya kematian itu akan menemuimu” (QS. Al-Jumu’ah : 8)
Dalam menjalankan kehidupan ini, keseimbangan mutlak diperlukan. Penyeimbang yang nyata adalah adanya al-Qur’an. Didalamnya terdapat semua aturan yang dibutuhkan manusia dalam menuju masa depan yang hakiki.
“Dia-lah yang meeurunkan al-kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Diantara (isinya) ada ayat-ayat yang terang dan tegas, itulah pokok-pokok isi al-Qur’an dan yang lain(ayat-ayat) yang mengandung beberapa pengertian....” (QS. Ali Imran : 7).
Akhirnya semua terpulang pada kita sebagai makhluk dan hamba Allah. Akankah kita biarkan diri kita dalam keadaan timpang dan akhirnya jatuh tersungkur, atau kembali kepada fitrah sebagai muslim yang berusaha bersikap imbang dalam hidup. Wallahu’alam

Sumber : (LKIK)

Lanjut membaca “KESEIMBANGAN DALAM HIDUP”  »»

Selasa, November 3

MENG-UPDATE NIAT

Rasulullah SAW bersabda “Sungguh hanya dengan niatlah, amal itu sah dan bagi setiap orang adalah apa yang diniatkannya. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, ia berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa hijrahnya untuk dunia yang ia kejar atau demi wanita yang ingin dinikahinya, ia berhijrah kepada apa yang ditujukan” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam beribadah. Segala tindak-tanduk yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari harus di dasari dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan kare Allah SWT semata.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuh dan rupa kalian, tetapi Allah melihat hati kalian” (HR. Muslim)
Hadits di atas menerangkan bahwa Allah SWT melihat apa yang tampak dari kita. Maksudnya Allah SWT melihat niat yang bersemayam di dalam hati setiap manusia. Hanya keikhlasan dan kemurnian niatlah yang Allah SWT terima di sisi-Nya.

Sesungguhnya niat merupakan roh dalam amal. Seperti halnya jasad yang tak bernilai tanpa roh. Ia hanya tampak seperti bangkai yang tiada harga sedikit pun. Begitu juga amal, ia tidak akan bernilai tanpa niat. Segala amal yang dikerjakan tanpa niat tidak akan menghasilkan manfaat sedikit pun, hanya sia-sia semata.
Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak ada amal bagi orang yang tidak berniat”. Niat merupakan pengendali hati. Hati tidak akan lurus dalam mencapai suatu tujuan tanpa niat yang lurus

Itulah juga merupakan pengarahan hati. Sebagaimana nahkoda yang berlayar di lautan luas, ia tidak akan mencapai pulau yang hendak dituju tanpa pengarah arah. Selain itu, niat juga awal suatu perjalanan. Nilai akhir suatu perjalanan sanagt ditentukan oleh niat awal perjalanan. Meski begitu, terkadang ada perubahan niat di akhir perjalanan, dari niat yang baik berubah menjadi niat yang buruk di akhir perjalanan. Maka dari itu, kita diharuskan terus meng-update niat di awal, tengah dan akhir perjalanan.

Sumber:

Lanjut membaca “MENG-UPDATE NIAT”  »»

Kata Mutiara Cahaya

Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses  ~ BOOKER T WASHINGTON ~

Hidup Ini Singkat

Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan.Or

Life is short. There is no time to leave important words unsaid. ~ Paulo Coelho ~

Tentang Visi

Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi buruk.Or

Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare. ~ Japanese Proverb ~

Cara Memulai

Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan.Or

The way to get started is to quit talking and begin doing. ~ Walt Disney ~

Artikel Yang Lain

Doa Tahun Baru

Kata-Kata Bijak

Buang Racun Tubuh

Dasyatnya Lapindo

Moral Kepemimpinan

RAHASIA PUASA

Board Cahaya

StieKer CaHaya

Followers

Friends Cahaya

Archive Cahaya

 

Copyright © 2009 by CAHAYA HIDUP